Awalnya hanya terjadi retak atau
patahan sepanjang 10 cm, namun berjalan waktu kondisinya makin parah dan
saat ini sudah ambruk sepanjang 100 meter sisanya sekitar 50 meter pondasinya
sudah hancur
Meliahat kondisi siring tersebut, saat dibuat
sepertinya tidak menggunakan kawat pengaman untuk mencegah keretakan atau
ambruk, menurut warga RT 14 Sepinggang Baru Arifin, S.H, “ Melihat
kondisi seperti ini, manakala tidak segera diatasi, bisa saja bila dimusim
hujan jalan air akan berpindah ke halaman rumah susun TNI Kodam VI
Mulawarman, kami berharap pihak dinas terkait untuk segera mengatasi masalah
ini”
Seorang tokoh masyarakat warga RT 10 Kelurahan
Sepinggan Baru, biasa disapa kang MD, “ Sepertinya pak RT kami, bapak Pupuh
belum lihat kondisi tanggul seperti ini, seandainya beliau tahu pasti beliau
sudah melaporkan ke dinas terkait, saya hanya berharap ada penanganan lebih
cepat dari pihak terkait, karena dampaknya seandainya tidak segera diatasi bisa
saja sungai akan berpindah ke halaman rumah susun, dan untuk pekerjaan
sebutulnya saat sekarang paling cocok karena ini musim kemarau.”
Tokoh masyarakat biasa dipanggil Cak Is,” Kita
lihat saja nanti kalau musim hujan pasti lebar sungai akan bertambah, setiap
saya berdiri disamping pos kamling RT 14 Sepinggan Baru nunggu aanak saya
pulang sekolah SMP Negeri 18, mata saya selalu tertuju ke tanggul yang ambruk
ini, batu-batu gunung berserakan disepanjang bantaran sungai, kalau dikumpulkan
biasa dapat puluhan kubik. (*/kb/ajw)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar