![]() |
| Foto : Direktur Utama PDAM Balikpapan Haidir Effendi |
Direktur Utama PDAM Haidir
Effendi mengatakan, kebocoran pipa ini juga disebabkan karena umur pipa sudah
tua dan posisinya 70% dibawah jalan dan dibawah bangunan hal ini yang
mempercepat adanya kebocoran pipa. Solusi PDAM untuk mengatasi adanya kebocoran
pipa tersebut yaitu jika ada space pihak PDAM akan pelan pelan memindahkan
jalur ketepi lokasi yang lebih aman. Umur pabrik pipa itu sendiri adalah 10
tahun tapi jika sudah ada di badan jalan pihak PDAM bisa sedikit kerepotan
dikarenakan beban jalan yang akan sulit dikendalikan karena pihak PDAM tidak
mungkin akan menutup jalan , jadi jika ada kebocoran harus ditunggu untuk diperbaiki atau dipindah,” kata
Haidir kepada awak media disela-sela acara pelantikan Ketua DPRD di Gedung DPRD
Kamis ( 10/10/19)
Menurutnya tiap wilayah PDAM
memiliki tim reaksi cepat dan ada 4 tim yang akan stand by 24 jam, wilayah yang
diikuti PDAM hanya wilayah layanan dan tidak bisa mengikuti wilayah
administratif, wilayah yang termasuk wilayah layanan yaitu bagian wilayah
utara,barat,selatan dan wilayah kota,” jelasnya
“ Untuk waduk teritip sejauh
ini sudah aman , sudah selesai dan sudah mengaliri air bersih yang baru bisa
dimanfaatkan 80 ltr/dtk dari desainnya sendiri yaitu 200, jadi desain waduknya
itu 250 lalu untuk wtt 200 liter hanya sampai menunggu pemasangan jaringan
baru. Pihak PDAM juga mencoba untuk menggunakan jaringan existing yang mana
sudah sampai 80 liter yang bisa dimanfaatka ,” ucapnya
Pelanggan yang ada sekitar
kurang lebih 5000 pelanggan, kalau targetnya sendiri waduk teritip dapat
mengaliri 8.000-10.000 sambungan. Target agar tercapai itu sendiri menunggu
adanya pemasangan jaringan pipa, pemasangan jaringan pipa ini terletak dari daerah teritip sampai
dengan manggar dan batakan. Terisinya waduk teritip ini jika full nya yaitu 6
meter dan sekarang berada di posisi 4 setengah meter,” ungkap Haidir
Lebih lanjut Haidir
mengatakan, kondisi cuaca juga mempengaruhi ke waduk teritipnya ini sendiri,
PDAM juga baru mencoba dan belum diketahui pasti sampai berapa lama daya tahan
waduk tersebut tetapi desainnya sendiri bisa sampai 6 bulan lamanya. Waduk
teritip tidak memiliki sumber mata air begitu pula di Balikpapan jadi semuanya
tergantung dari tadahan air hujan.
“ Saat ini cuaca sudah mulai
berubah ke musin hujan tapi pengaruhnya ke waduk teritip ini juga belum
signifikan antara yang masuk dengan yang keluar itu lebih banyak yang keluar.
Jadi, biasanya kalau tidak ada masukkan itu sehari akan menyusut 3 centi dan
untuk sekarang menyusut 1 centi yang artinya air tersebut tetap ada yang masuk
tapi yang keluar juga tetap lebih banyak. Untuk tinggi level waduk tersebut
sekarang ada di 8 meter 87 centi, saat kemarau penurunan tinggi level waduk
yaitu bisa sampai 7 meter,” ujarnya
Standar produksi PDAM adalah
air minum sampai di produksi pengolahan akan langsung bisa diminum, jadi air
air yang di distribusikan ke warga bisa langsung diminum tanpa harus dimasak
terlebih dahulu tetapi tidak ada jaminan jika sudah masuk dijaringan karena
jaringan PDAM tersebut ada yang sudah tua model 20 tahun keatas, kemudian
posisi diujung jaringan itu juga berpengaruh. Jadi standar air yang bisa
diminum yaitu yang dipengolahan kalau di kran keluaran pengolahan itu baru siap
minum.
PDAM juga mengadakan diskusi
dengan ITK , ITK nanti akan membantu membuat mesin air siap minum. Jika ada air
yang keluar dari IPAM lalu sampai ke pelanggan ada tanda berwarna merah itu
berarti adalah pengaruh dari jaringan pipa nya. Jadi, kalau ada yang berwarna
lalu air mati dan hidup berkali kali itu adalah kotoran dari endap-endapan yang
terbawa dari pipa,” tutup Haidir
Penulis : Beny
Editor : Triani


Tidak ada komentar:
Posting Komentar