![]() |
| Foto : Anggota Komisi III DPRD Balikpapan Taufik Qulrahman menyerahkan cendramata kepada Waki Ketua DPRD Bondowoso Sinung Sudrajat |
“Keinginannya sendiri di
Bondowoso kami mempunyai sekian banyak potensi namun masih dalam proses untuk
menata dan harapan kami dengan belajar dari DPRD Kota Balikpapan, Kami
pemerintah Kabupaten Bondowoso juga mampu memaksimalkan potensi yang ada untuk
peningkatan PAD di Kabupaten Bondowoso,” kata Wakil Ketua DPRD Bondowoso Sinung
Sudrajat.
Pariwisata di Kabupaten
Bondowoso basicnya adalah Wisata Alam dari 42 destinasi yang ada rata-rata
adalah wisata alam dan kebetulan 1 tahun yang lalu Kabupaten Bondowoso sudah
ditetapkan sebagai “ Pusat Kota Megalitikum “ di provinsi Jawa Timur.
Persentase PAD pariwisata di Bondowoso sendiri masih kecil dibandingkan di
Balikpapan, oleh karena itu DPRD Kabupaten Bondowoso masih terus belajar
termasuk diantaranya adalah dengan kunjungan di Kota Balikpapan ini.
PAD di Kabupaten Bondowoso ada 193 miliyar dan targetnya
paling tidak untuk 2020 bisa naik 50%.
Sementara Anggota Komisi III DPRD BalikpapanTaufik
Qulrahman mengatakan,kedatangan Anggota DPRD Bondowoso sangat kita apresiasi
ilmunya yang kita terima dan kita saling berbagi ilmu, Intinya Anggota DPRD
dari Bondowoso ingin melihat bagaimana meningkatkan PAD dalam Pariwisata yang
dilihat bahwa Balikpapan sudah mulai maju, sementara untuk Bondowoso untuk
meningkatkan PADnya masih kurang,” kata Taufik
Mereka berkunjung ke
Balikpapan untuk menanyakan bagaimana caranya bisa setiap tahunnya meningkatkan,
“kita kan sudah diperdakan di pp 5 tahun 2017 masalah kontribusi daerah ,”
ujarnya
"Untuk memaksimalkan saat ini
masih dalam proses, kebetulan dispenda sudah melakukan dalam sistem online, mungkin
ada laskar pajak tapi masih dalam kajian apakah diperlukan atau memang tidak
perlu diadakan, menurut Taufik perlu ada tapi butuh kajian yang lebih secara
detail hingga perwalinya muncul,” tutup Politisi PKB ini (triani)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar