Wakil Ketua Tim 11 Balikpapan Rona Fortuna
menilai, tidak adanya respon baik dari pihak RDMP RU V Balikpapan, terkait
5.732 berkas tenaga kerja
lokal diserahkan pada Pebruari lalu, dinilai
sampah bagi RDMP. Pasalnya, dari 5.732 berkas tenaga kerja diserahkan, 21
diantaranya memenuhi panggilan, namun belum dapat dipekerjakan.
"Sebanyak 3016 berkas tenaga lokal,
menyusul dari Disnaker Balikpapan sebanyak 2716 berkas, ada 5.732 berkas tenaga
kerja lokal telah diserahkan, ke pihak Pertamina RDMP RU V Balikpapan, dan sub
Kontraktor belum memenuhi panggilan kerja," ungkapnya.
Usai pertemuan Tim 11 Balikpapan bersama
pihak Pertamina RDMP RU V Balikpapan bersama sub Kontraktor, Selasa (3/12/2019)
kemarin.
General Support -RDMP RU V Balikpapan &
Lawe-Lawe Rizki Rianti YK, enggan memberi komentar terkait, pertemuan tersebut.
Meski pihak CSR Pertamina RU V Balikpapan,
Cecep Supriatna menyampaikan, diperlukan pertemuan masing-masing pihak. Antara
Tim 11 Balikpapan, bersama pihak Pertamina RDMP RU V Balikpapan & Lawe-Lawe
dan para sub Kontraktor. Walaupun ia tidak mengomentari lebih jauh, masalah
ini.
Ia menilai, masalah ini merupakan, tanggung
jawab pihak Pertamina RDMP RU V Balikpapan. Mengenai adanya informasi, sebanyak
50% tenaga lokal telah diterima, Wakil Ketua Tim 11 Balikpapan menyangkal hal
tersebut.
"Mengenai 50% tenaga lokal telah bekerja
di proyek perluasan kilang Pertamina RU V Balikpapan, itu tidak benar, data
kami ada," pungkasnya (*/ay)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar