PENAJAM,kabarbpp58.net - Dalam rangka
mengantisipasi penyebaran virus corona, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser
Utara (PPU) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan pembentukan tim
kesiapsiagaan “Covid-19” di Kabupaten PPU, Rabu, (4/3) siang. Kegiatan ini
dipimpin langsung oleh Sekretaris Daearah (sekda) PPU, Tohar di ruang kerjanya.
Selain itu juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan PPU, Arnold Wayong, Direktur
RSUD, Jense Grace Makisurat, Perwakilan Kodim PPU, Perwakilan Polres PPU, dan
Sejumlah SKPD dilingkungan Pemkab PPU.
Dalam arahannya Tohar mengatakan bahwa dalam
kewaspadaan Pemerintah sudah cukup membuat Standar Operasional Prosedur (SOP)
untuk menangani keluar masuknya Warga Negara Asing (WNA) mau pun Warga Negara Indonesia
(WNI) yang ingin berpergian maupun yang berdatangan ke PPU.
“Apakah di wilyah kita berkompeten untuk itu.
Namun jangan sampai dengan cara ini mobilitaas orang terhambat karena dilarang
kesana dan kesini, kecuali tempat yang sudah ditentukan sebagai timbul dan
terjangkitnya Virus Corona. Kalau sudah ada penetapan jelas kita akan
menghimbau untuk tidak kesana, ”ucapnya.
Tohar juga menghibau kepada masyarakat agar
tetap tenang tetapi tidak meninggal kewaspadaan dan mengajak Kepada masyarakat
untuk membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat, baik secara perorangan
maupun lingkungan keluarga atau lingkungan di tempat tinggal yang ada.
“Ini ditindak lanjuti oleh semua karena kita
memiliki kewajiban Moral dan tanggung jawab Moral, untuk berperan aktif
berperilaku sehat ini baik kemasyarakat secara umum maupun kepada anak didik
atau siswa -siswi disekolah, ”jelasnya.
Tambahnya, Lalu lintas informasi dan
komunikasi menjadi penting, maka dari itu Tohar berharap harus ada tempat
pengaduan atau Call Center. Sehingga jika adanya pengaduan pasien yang
terkena covid-19 segera adanya tindakan jarak jauh agar pasein tersebut tidak
mendatangi tempat layanan kesehatan.
“Dengan adanya call center diharapkan bisa
mendiagnosis jarak jauh, kemudian kita yang proaktif untuk menjemputnya agar
pasien tidak besentuhan baik langsung maupun tidak langsung dengan pasien yang
lain. Kita juga harus siap dengan Dokter, peralatan dan juga perlengkapan untuk
dibawa kepusat layanan khusus agar tidak digabung dengan pasien lain, ”tutupnya
Rilis :(Humas
6)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar