Kabarbpp58.net,Balikpapan - Arah perahu-perahu partai politik
(Parpol) semakin mengerucut mendukung calonnya, dalam pemilihan kepala daerah
(Pilkada) Balikpapan yang akan digelar secara serentak bersamaan dengan daerah
lainnya pada 9 Desember 2020 mendatang. Sejak awal Partai Golongan Karya denga
11 kursi yang telah memiliki kesempatan untuk mengusung sendiri calonnya tanpa
parpol pendamping, telah menggadang-gadang Rahmad Mas’ud selaku ketua Parpolnya
untuk maju.
Mangnet
RM sangat kuat menarik calon-calon lainnya untuk koalisi bergandengan sebagai
wakil dan atau mengusung dirinya sebagai calon walikota Balikpapan. Disisi
lain, beberapa calon yang awalnya nampak antusias akan bertarung,
akhirnya tak cukup dukungan kendaraan Parpol untuk meruskan langkah
politiknya.
Hal
ini dapat dilihat ketika partai Golkar membuka penjaringan Bakal Calon Walikota
dan Wakil Walikota, hampir seluruh calon yang ingin bergandengan dengannya
mengambil formulir untuk dilirik partai beringin ini. Dari kalangan Parpol,
pengusaha, tokoh masyarakat dan birokrasi mencoba mengajukan diri untuk
dapat menarik partai Beringin agar memasangkan dirinya dengan RM. Walau
keputusan partai Golkar belum keluar, sudah dipastikan Golkar akan mengusung RM
yang sangat amat kuat elektabilitasnya. Jika ditelisik lebih dalam, Partai ini
sebenarnya hanya ingin mencari wakil walikota bagi RM.
Bahkan
isunya, untuk untuk urusan wakilnya, RM diberikan otorisasi partainya untuk
menentukan siapa yang dianggap cocok untuk menemani dirinya memimpin Balikpapan
5 tahun kedepan. Walau hingga kini Golkar belum menyebutkan nama siapa wakil
pendamping RM, namun informasi yang sering digaungkan oleh RM sendiri, ia ingin
mencar figur yang dapat bekerjasama, memahami birokrasi dan tidak menjadi beban
politik ditengah jalan kepemimpinanya.
Dengan
semakin dekatnya tahapan pengusungan calon walikota dan wakil walikota
Balikpapan, dukungan terhadapa dirinya semakin bertambah. Partai Keadilan
Sejahtera (PKS) sudah benderang memberikan dukungan padanya. Untuk Partai
Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pun sejak awal sudah menelurkan namaya
sebagai calon walikota. Sedang untuk Partai Demokrat Balikpapan yang dinahkodai
adiknya sendiri dipastikan akan memberikan dukungan pada sang Kakak. Bagaimana
dengan Gerindra ?. Saya kira RM sudah punya cara untuk merangkulnya.
Salah
satu calon kuat calon lain yang masih ada adalah Ahmad Basir (AHB). Dengan
dukungan Partai Persatuan Pembanunan (PPP), Partai Hanura, Partai Partai
Kebangkitan Bangsa (PKB), Ketua Partai Perindro dan Partai Nasional Demokrasi
(Nasdem). Apakah dukungan ini riil atau masih bisa berubah, kita lihat saja
dinamisnya politik.
Ahmad
Basir sejak awal telah mencuri perhatian masyarakat Balikpapan. Popularitasnya
semakin menanjak sejak ia berkiprah di Balikpapan. Strategi promosi diri sejak
awal dikoridor – koridor jalan raya menjadikan ia amat dikenal. Dunia media
sosial juga dirambahnya agar semua masyarakat semakin mengenal figur dengan
tagline #makinbaik ini.
Jika
melihat polarisasi kemana arah parpol berlabuh, Pilkada Balikpapan sangat besar
akan terjadi head to head. Berkaca pada pengalaman Pilkada DKI Jakarta dan
Pemilihan Presiden 2019 lalu, Head to head sangat rawan akan konflik ditingkat
masyarakat. Masyarakat terbelah sangat tajam dalam memberikan dukungan pada
pilihan calonya. Friksi akan kental dirasakan ditengah situasi masyarakat yang
masih mengalami frustasai karena pandemi.
Jor-joran
kampanye akan dilakukan secara masif oleh kedua belah pihak dalam merebut
simpati masyarakat. Bahkan kampaye hitam, hoaks, isu-isu tak etis akan
dilakukan guna menekan dan menjatuhkan lawan politik. Head to head menjadi
ancaman sosial tersendiri ditengah masyarakat yang sedang menata kehidupan baru
ekonomi sosialnya.
Memilih
kepala daerah, bukanlah terletak pada keseruan berapa calon yang harus tampil.
Beberapa baliho, spanduk dan taburan informasi selebaran yang
ditebar ditengah masyarakat. Tapi mereka yang pantaslah menjadi pilihan kita
semua untuk mendapatkan dukungan memimpin kota ini.
Sehingga
hemat penulis berdasarkan alasan tersebut, jika Head to head akan sangat
mungkin dapat membuat kondusivitas kota terganggu. Menimbulkan gesekan ditengah
masyarakat yang semakin mudah tersulut pasca pilpres kemarin. Menebarnya
informasi – informasi hoaks yang tak bertanggung jawab dijejaring media sosial.
Kiranya pilihan melawan kotak kosong bisa menjadi alternativ menuntaskan
rivalitas dalam Pilkada Balikpapan.
Siapa
pihak yang pantas dan memiliki kans yang kuat untuk itu, silahkan mulai
memikirkannya. Ini semata untuk Balikpapan.(*)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar